Belakangan ini, Olin sering memimpikan Rafka. Dalam seminggu, hampir setiap hari laki-laki itu hadir dalam mimpinya. Bahkan pernah sampai tiga hari berturut-turut. Mimpi-mimpi itu pun memiliki cerita yang beragam. Olin tidak ingat detailnya, karena biasanya saat bangun tidur ia sudah lupa mimpi apa, meskipun ingat ada Rafka di mimpinya semalam. Yang pasti mimpinya beragam, kadang absurd, kadang menyedihkan, kadang menyenangkan sampai-sampai Olin harus kecewa begitu terbangun dan menyadari jika apa yang dilaluinya bersama Rafka hanyalah mimpi belaka. Olin sendiri tidak heran kenapa ia bisa memimpikan Rafka hingga sesering itu. Wajar saja, semenjak bertemu dengan Juni waktu lalu, ia jadi terus memikirkan perkataan Juni tentang Olin yang seharusnya mengungkapkan perasaannya kepada Rafka. Ber

