Daffa kembali memasuki ruangan, Rindi terlihat terlelap di atas brangkar. Ia memperhatikan wajah cantik dan tenang Rindi, ia tidak tau apa yang dia rasakan pada wanita di depannya ini. Benarkah dia mulai mencintainya atau sekedar menyukainya untuk menemaninya di atas ranjang. Tapi apa alasannya? Rindi terlihat tak nyaman dalam tidurnya karena selang infusan yang mengenai wajahnya. Daffa berjalan mendekatinya dan merapihkan selang infusan itu. Dan Rindi kembali terlelap dalam damai, ia menatapnya dengan seksama. Tangannya terangkat untuk menyentuh wajah Rindi dan membelainya perlahan. Walau Rindi selalu jutek dan dingin padanya, tetapi ia mampu melihat kalau Rindi adalah sosok gadis lugu dan polos dalam dirinya. Gadis yang terlalu mencintai seseorang hingga menumpu kan otaknya. "Cantik,"

