Daffa berjalan memasuki sebuah rumah mewah. Ini pertama kalinya ia menginjakkan kakinya lagi di rumah ini. Rumah keluarganya, Rumah yang sudah beberapa tahun di tinggalkannya dan lebih memilih hidup sendirian. Daffa memang terlihat b******k dan player tetapi jauh dalam dirinya ia memiliki luka yang mendalam. Hidupnya begitu kelam sampai ia pun merasa tak ingin kembali ke masa itu. Daffa mendorong pintu bercat coklat yang kokoh itu, hingga ruangan luas yang di hiasi barang-barang mewah menampilkan dirinya di hadapan Daffa. Warna putih gading yang mendominasi ruangan ini. Hiasan, gucci dan lampu hampir berkarat emas. Tidak ada yang mengetahui seberapa kayanya keluarga Daffa. Tetapi semua kekayaan itu tak berarti apapun dan semu karena w***********g itu yang menghancurkan segalanya. Segala

