"Percy hentikan!" Verrel datang menahan tubuh Percy yang tengah memukuli Datan. "Datan pulang!" "Tapi-" "PULANG SEKARANG!" mendengar bentakan dari Verrel, Datanpun berlalu pergi meninggalkan tempat itu setelah melirik ke atas dimana kamar Pretty berada. "Loe gila, loe bisa membunuhnya!" bentak Verrel sedikit mendorong Percy. "Dia nyakitin adik gue!" "Lalu apa bedanya sama loe yang menyakiti Rasya hingga dia juga meninggalkan loe?" pekik Verrel. "Gue dan Datan itu beda, dia sengaja sedangkan gue nggak!" "Loe yakin?" pertanyaan Verrel membuat Percy terdiam, ia menghembuskan nafasnya jengah dan duduk di kursi yang ada di teras rumah di ikuti Verrel. "Apa gue begitu menyakitinya." Ia kembali menangis dengan menutup wajahnya membuat Verrel menatapnya prihatin. "Kita masih berusaha me

