Sudah seminggu kepergian Anka ke Singapore, guna menjalin kerjasama dengan salah satu Perusahaan perangkat elektronik disana. Seminggu pula Ariana tersiksa rindu. Begitu pula bayi - bayi dalam kandungannya, seolah tahu bahwa sang ayah sedang tidak bersama mereka, setiap malam Ariana gelisah. Matanya enggan terpejam, belum lagi kegiatan the babies yang aktif setiap malam. Kandungan Ariana yang sudah menginjak tiga puluh enam minggu membuatnya sulit bangun ketika sudah berbaring. Malam ini Ariana ditemani Inne dan Safira. Meski begitu, bukan berarti dirinya lega. "Gerak terus ya Ar?" Safira yang merasakan kesulitan Ariana, bangun dan memeriksa temannya itu. "Iya Fir, ribut kayaknya mereka berdua. Rusuh banget." Canda Ariana, Safira tertawa. "Mau minum teh hangat? Mungkin mereka kehausan
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


