Chapter 21

1498 Kata

Alarm ponsel berdering nyaring. Ariana melihat jam digital yang tergantung di dinding, menunjukkan pukul 06:20. Meregangkan sedikit tubuh yang didera rasa pegal sekujur badan. Ariana mengingat, saat-saat kabur manisnya dengan Anka. Bibirnya mengulas senyum, tidak bisa dipungkiri, Anka terlalu indah untuk diabaikan. Sebuah pesan w******p dari Anka mengalihkan tatapannya dari kegiatan merias wajah. Bigboss : Berangkat bareng? Seperti bos & karyawan? Ariana tertawa melihat penegasan kata-kata Anka di ujung pesannya. Segera ia membalas, mengiyakan tawaran pria yang telah memperlakukannya dengan sangat manis minggu lalu. Teman-teman kantor yang heboh melihat kedatangan Anka dan Ariana bersamaan, berspekulasi. Juga menghilangnya mereka berdua selama seminggu. Penasaran Melani sudah di ubun-u

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN