Wirda menatap putri semata wayangnya dengan penuh spekulasi. Beberapa waktu lalu, Wirda masih ingat, betapa menyedihkannya Ariana yang terus menerus menangisi Anka yang telah melakukan hal yang sangat merendahkan dia. Tapi, apa ini? Tiba - tiba Ariana mengatakan bahwa hari minggu ini, kedua orangtua Anka akan melamarnya. Wirda yakin, ada yang sedang direncanakan Ariana. Dia mengenal betul putrinya. "Jangan main api, Ar." Wirda memperingatkan. "Anka harus tahu Ma, yang dia lakukan ke aku itu seperti apa sakitnya." "Na--Mama khawatir, kamu terluka lagi. Patah lagi, sakit lagi." "Cukup sekali aja aku patah hati sama laki - laki Ma, enggak boleh ada yang kedua dan ketiga. Mereka yang harus patah hati karena aku." Jawabnya sombong. Gito shock bukan main, setelah berita berakhirnya hubunga

