Chapter 16

1516 Kata

Ariana mematung. Ditatapnya mama dan Om Tito bergantian. Tubuhnya seperti membeku, mama menatapnya khawatir. Om Tito terlihat tenang, lengannya masih merangkul bahu mama. Menunjukkan kepemilikan, yang Ariana tidak sukai. Tidak ada kata-kata yang keluar dari bibirnya. Ariana bahkan tidak memiliki kata-kata dalam kepala, hanya ada satu kata. Kata yang sangat dia benci, yang selalu dia hindari mati-matian. Kata yang diajarkan mama sebagai belenggu tak kasatmata yang bisa memenjarakan dirinya dalam status hukum. Kata yang membuatnya memilih menjalani hubungan fisik dengan teman tanpa tujuan. Kata yang mampu membuatnya menjerit, kata yang ditransformasikan sebagai kematian dini bagi dirinya. Kata yang ingin dihapuskannya jika ia bisa. Kata itu adalah menikah. Ariana bangkit berdiri, memutar t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN