Chapter 17

1108 Kata

Kabar menghilangnya Ariana, membuat semua orang heboh lantaran khawatir dan cemas. Termasuk Anka, atasan sekaligus tetangga Ariana di apartemen. Lelaki itu segera berlari ke kamar wanita yang menjadi sahabat Safira usai mendengar informasi dari Wirda mengenai kepulangannya ke apartemen beberapa saat yang lalu. Mengetuk pintu berulang-ulang, namun hening. Tak ada jawaban. Kemudian ia turun ke lantai bawah, menghampiri meja resepsionis dan bertanya tentang Ariana yang dijawab gelengan oleh dua orang resepsionis yang berjaga. Pria itu berdiri di lobi cukup lama, sampai akhirnya memutuskan untuk masuk ke coffee shop. Memesan segelas kopi Luwak dan duduk di samping dinding kaca yang menghadap keluar apartemen. Ia membuka ponsel, dan mendapati pesannya untuk Ariana sudah dibaca tetapi tidak ada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN