Chapter 18

1360 Kata

Bar pertama yang dikunjunginya ada di Jalan Braga, tapi nihil, Ariana tidak ada di dalamnya. Perutnya berbunyi, ia lupa bahkan untuk sekadar makan siang. Sedari pagi hanya kopi yang menyapa lambungnya. Anka menepikan mobil di Jalan Sumatera. Sambil makan malam ia pun sempat bertanya pada pedagang tentang klub dan bar yang tersedia di daerah ini. Selesai makan, ia menyusuri sepanjang Jalan Sumatera. Melihat-lihat kemungkinan keberadaan Ariana di salah satu tempat yang ada. Dari beberapa bar yang telah dimasukinya belum juga dilihatnya batang hidung Ariana. Hollywood Bar & Karaoke. Anka menatap plang yang terpasang di sebuah bar, dilihatnya jam sudah menunjukkan pukul 23:45, jika di sini nihil juga, maka ia akan menghentikan pencarian. Janji Anka pada tubuhnya yang lelah. Musik berdentum

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN