Ariana menggeliat kecil di atas kasur, sebelum akhirnya membuka mata. Mengerjap-ngerjap ke arah cahaya di luar jendela dan kaget mendapati Anka berdiri di sana. "Bapak ngapain di sini?" Saat Anka menghampiri kasurnya, Ariana menyuarakan tanya yang justru dibalas dengan pertanyaan pula oleh Anka. "Pergi sana!" Ariana mengusir galak. Dia tidak ingin berurusan dengan atasan ketika sedang ingin menenangkan diri seperti ini. Tapi Anka justru menanggapi santai, "Kok ngusir? Emang enggak kangen sama saya?" "Kenapa saya kangen?" "Ya mungkin karena saya 'enak'?" Ariana terkesiap sebentar. Dia mendelik cemas ke arah Anka, sedikit teringat akan gumaman anehnya semalam dengan orang tidak dikenal di klub malam. "Dih pede!" Dia hanya mampu mengelak, menyembunyikan rasa malu. "Lho, kamu yang bilan

