Chapter 34

1443 Kata

Ariana tidur dengan gelisah. Beberapa malam mimpinya buruk, Ariana menelpon mama dan David untuk menemani tidurnya. Malam ini mama memeluknya, mengusap-usap punggungnya. Tapi kedua mata Ariana enggan terpejam. "Ma, begini ya rasanya saat Mama mengandung aku? Gelisah, kesepian, badan pegal." Mama tersenyum. "Maafin aku, Ma, aku egois banget. Enggak ikut bahagia dengan pernikahan Mama." Ariana memeluk mama. "Kamu bisa meminta Anka tinggal, tapi kamu memilih merelakan dia dengan orang lain." "Anka juga mungkin benci sama aku Ma, aku yang menyakiti dia. Mengusir dia." "Kalau dia tahu kamu mengandung anaknya, masa dia tetap benci kamu." "Enggak tahu, Ma. Aku udah seneng banget, ada Mama. Ketemu papa. Hidupku lengkap, aku enggak mau minta banyak. Kalian aja cukup." Gumam Ariana. Wirda m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN