Anka terbangun, dan mendengar napas Ariana yang teratur di pelukannya. Tangan Ariana menindih tangannya yang masih berada di atas perut wanita itu. Dilihatnya jam dinding, menunjukkan pukul enam pagi. Hati-hati dikecupnya kepala Ariana lama. Merasakan aroma rambutnya yang bercampur sisa-sisa percintaan mereka malam tadi. Kedua mata Ariana masih terpejam, kelelahan tergambar di wajah polosnya. Semalam, Ariana terbangun jam dua pagi dan merengek pada Anka untuk bercinta dengannya lagi. Anka bangkit merapikan selimut dan menutupi tubuh Ariana yang telanjang sampai ke d**a. Ia beranjak ke kamar mandi dan bergegas membersihkan diri. Hingga Anka selesai mandi, Ariana masih belum bangun dari tidurnya. Anka ingin membuat teh atau kopi barangkali, untuk menghangatkan tubuh. Dapur rumah Ariana t

