Ariana menelpon Wirda dan langsung mengeluarkan unek-uneknya, mengapa Anka datang dan sebagainya. "Itu Mama yang telepon, Yang." Aku Wirda. "Mama! Kok Mama tega? Ma, aku kan sudah bilang jangan sampai dia tahu." "Na, Mama pernah ngerasain kayak kamu gitu. Mama tahu apa yang kamu butuhkan." "Tapi Ma, aku enggak mau Anka tahu. Sekarang dia sudah tahu, dia mau hak asuh anak-anaknya, Mah. Lahir saja belum udah ribut aja tuh oppa-oppa. Lagian kalau enggak nikah mana bisa dia ambil, ya kan Ma?" "Bisa kalau dia banyak uang." Jawab Wirda santai. "Mama kok dukung dia sih?" "Na, kamu jangan sok kuat. Biar saja kalau Roman marah sama kamu, asal anak kamu kenal ayahnya." Ariana menggigit bibir, menahan isak. "Kamu egois Na, kamu mau kasih sayang papa kamu. Tapi anak-anak kamu malah kamu pisah

