STM#7

704 Parole
* Di kelas 10-A Aku sedang duduk di bangkuku dipojokan paling belakang. Aku duduk sendiri karena memang tidak ada siswa lain yang mau duduk sebangku denganku, kelas baru, teman baru tidak ada bedanya untukku karena ujung-ujungnya juga tetap sendiri juga. Kelas begitu berisik dan ramai karena guru belum masuk kelas, pemandangannya biasa. Beberapa siswa yang pandai lebih suka mengerjakan tugas, ada juga yang ngobrol-ngobrol dengan teman sebangkunya, usulin ikut dan ada juga yang duduk sambil tiduran di bangkunya. "Haiist ... ini kelas apa ayam gag, ramai sekali" gumamku. Aku berjalan keluar kelas menuju kamar mandi, untuk membasuh mukaku yang ngantuk. Samar-samar terdengar cewek-cewek sedang bergosip. "Eh, Kamu tahu bukan? Aku tadi melihat ada siswa baru loh, ganteng banget. Seganteng kapten tim Basket kita, mendukung dia akan jadi idola baru sekolah kita" ucap salah satu siswi, apakah itu siapa. Karena posisi di dalam toilet, jadi aku bisa tahu siapa yang berbicara. "Ah, masak sih! Reza itu yang paling ganteng paling terkenal di sini. Kalau aku pokoknya, cinta Reza benget, ganteng, keren, keren abis deh pokoknya" "Iya ... Aku juga cinta Reza selamanya" "Ah itu sih, karena kalian belum melihat dia. Kalau sudah lihat, boleh komentar" Beberapa saat kemudian di luar terasa lengang, mengingat cewek-cewek itu sudah pergi. Aku keluar dari toilet dan kembali ke kelas, sesampainya aku duduk di tempatku lagi seperti semula. Disisi lain Zulia dan berpindah datang ke sekolah untuk menerima surat pindah masuk sekolah untuk Zack. mereka menuju kantor administrasi sekolah SMAN XX dan meminta pegawai di dalam kantor untuk mengirim berkasnya. Setelah berkas selesai diproses Zack bisa langsung dilanjutkan proses belajar mengajar hari ini. "Kamu sekarang ikut aku, aku akan mengantarkan mu ke kelas" ucap pak Anton yang merupakan wali kelas 10-A. Zack mengiyakan ucapan pak Anton dan berjalan mengikutinya menuju kelas barunya. sesampainya di dalam kelas pak Anton geleng-geleng kepala melihat anak-anak didiknya yang tidak karuan tingkah lakunya, kelas begitu gaduh dan ramai. Semua siswa seketika terdiam dan memperbaiki posisi masing-masing. Pak Anton mulai memperkenalkan Zack kepada semua teman sekelasnya. "Anak-anak, mari kita tunggu siswa baru," ucap pak Anton sambil mempersilahkan Zack untuk memperkenalkan diri. "Nama saya Zulvano Zackqueen pindahan dari sekolah menengah dari kota T di Jepang" ucap Zack memperkenalkan diri. Para siswa perempuan di dalam kelas terpana dilihat, sampai tidak mendengarkan apa yang diminta tadi. Ya siapa yang tidak akan terpesona dengan cowok ganteng dengan postur lawan yang ideal, tinggi 175 cm, kulit putih, mata hitam sedikit sipit, rambut ikal bewarna hitam ditambah sikap yang keren banget, benar-benar bisa membuat cewek-cewek klepek-klepek saat pertama kali melihatnya. Dapat menjawab cowok idaman banget. Pak Anton mempersilahkan Zack untuk duduk di bangkunya, dan menunjuk bangku siswa di pojokan kelas. Ya memang hanya tempat itu yang tersisa, dimana lagi kalau bukan duduk disampingku. Aku yang sedari tadi meletakkan kepalaku di atas bangku, sama sekali tidak perlu tertarik untuk melihat anak baru itu. Bagiku Masa bodoh saja, mau ganteng atau bukan urusanku. Tiba-tiba aku kaget saat kursi disebelahku digeser dan aku pun mengangkat kepalaku untuk melihat siapa yang duduk di sebelahku. "Kamu ...." teriakku dan dia bersama-sama dengan wajah kaget. "Ka..k..kamu cowok gila itu kan? Ngapain kamu duduk disini?" Ucapku dengan sebal dan mendorongnya hingga terjatuh dari kursi. Puluhan pasang mata tertuju kepadaku, karena konsultasi kasarku dengan anak baru. Mereka tidak tahu kenapa aku bisa kesal dan muak melihatnya. "Oh ... si kurir bodoh, siapa juga yang mau Sebangku denganmu" ucapnuya sambil bangkit dari lantai. Pak Anton yang meminta bantuan dari depan. "Kalian saling kenal?" tanya pak Anton. "Tidak!" Jawab kami bersamaan "Huh" saling membuang muka. "Terserah kalian mau kenal atau tidak sebelumya, mulai hari ini kalian akan jadi teman sebangku" jelas pak Anton. Pelajaran pun dimulai, namun kami sama sekali tidak mau saling melihat menunggu ngobrol. Sampai akhirnya bel tanda istirahat berbunyi, para siswa keluar kelas. Sial banget, aku, kenapa bisa ketemu lagi sama cowok gila itu lagi. gerutuku dalam hati. Ku langkahkan kakiku menuju kantin sekolah. Zack lebih memilih menghabiskan jam istirahat di dalam kelas dan mengingat pertemuan dengan gadis galak yang duduk di sebelahnya. Awas! kau kucing kecil, tunggu hadiah dariku, dan kau akan membayarnya, ucap Zack dalam hati Jam selesai, bel masuk pun berbunyi. Kelas dimulai seperti biasanya sampai dengan waktu belajar selesai dan siswa bisa pulang kerumahnya masing-masing.
Lettura gratuita per i nuovi utenti
Scansiona per scaricare l'app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Scrittore
  • chap_listIndice
  • likeAGGIUNGI