STM#6

591 Parole
* Di Bandara Kota J Di dalam bandara yang memudahkan pengunjung penuh, calon penumpangnya adalah orang yang baru datang dan lainnya. Keluarga Steve Baru saja turun dari pesawat. Zulia minta izin untuk keluar dulu dan tunggu mereka didepan pintu bandara. Aku yang baru turun dari taksi berlari kearah pintu masuk tanpa melihat jalan sehingga Brukk ... suara koper terlempar dan beberapa barang didalamnya keluar. "Maaf kak ... Aku bergegas-buru, aku benar-benar tidak sengaja" ucapku sambil melangkahkan kaki pergi begitu saja, tanpa membantunya merapikan barang. Cowok tampan itu hanya diam dan memandangku dengan dingin. Tiba-tiba, Sreett ... Dia menarik tanganku dengan kasar dan paling membuatku terjatuh. Tangannya memegang tanganku, untuk menahanku belum lolos. "Beresin dan rapikan seperti semula" bentaknya kepadaku dengan pengakuan dingin. "Maaf, tidak mau, tapi aku benar-benar harus segera mengantarkan tas ini" ucapku sambil membuka bungkusan di dalam tas yang dibawanya. Namun Zack sama sekali tidak mau tahu dengan urusanku, yang dia inginkan hanya koper nya kembali rapi. Disisi yang lain aku yang bengkel karena tanganku dipegang oleh cowok itu dan gak bisa bertemu mamaku. Aku tidak punya cara lain selain merapikan barang-barang itu. Disela-sela memasukkan barang ke dalam koper, handphoneku berbunyi. Ada pesan singkat masuk dari mama, intinya mamaku sudah naik ke pesawat karena menungguku terlalu lama, jadi takut ketinggalan pesawat nanti. Aku yang membaca SMS itu, seketika menjadi emosional dan marah, aku menginjak kaki cowok itu dengan keras dan sepenuh tenaga. "Wah ...." ucap Zack dari mulutnya karena kesakitan. Seketika melepaskan tanganku. "Dasar cowok gila, brengsek, sombong rasain kamu! Gara-gara kamu, aku jadi terlambat memberikan tas ini" Saya sangat senang melihat Zack yang kesakitan. Aku berusaha pergi tanpa peduli lagi dengan barang-barangnya. Sebenarnya aku sudah menahan emosiku yang sedari tadi ingin sekali mukul wajah cowok sombong ini. Namun saya urungkan karena ini ditempat umum. Disisi lain Zack yang memegang kesakitan menggerut. "Awas saja kamu mau sampai ketemu lagi, kamu pasti akan membayarnya" Gumamnya Zulia dan pembayaran sudah selesai dengan urusan di dalam bandara, segera keluar menghampiri pertarungan. Zulia kaget dan tersenyum melihat isi koper yang acak-acakan. "Loh kok dibongkar di sini sih kopernya, dirumah dong sayang. Memang mau buka lapak jualan baju ... he..he" goda Zulia kepada teman. "Huuh .... Ini semua gara-gara kurir bodoh itu lari gak pakai mata" cetetuk Zack. Zulia dan senang membantu melepaskan merapikan kopernya dan meminta masuk mobil yang sedari tadi menunggu mereka. perjalanan pulang kerumah. * Dirumah Zea Ting tong ting tong ... suara bel pintu yang aku pencet. Ceklak .... Suara pintu dibuka oleh bik Inem. "Non Zea sudah pulang" ucap bik inem "Sebel banget! Sial banget sih hari ini" ucapku. "Ada apa non? Kok sebal begitu, loh kok tasnya dibawa pulang lagi? Katanya tadi dianterin buat nyonya Dina" tanya bik inem. "Gak jadi bik! Aku terlambat memberikan tasnya ke mama. Mama keburu masuk pesawat. Semua ini gara-garanya, aku ketemu cowok gila dan sombong itu. Tasnya jadi gak sampai ke mama deh" istirahat. * Di rumah Zulia Keluarga Zulia telah sampai dirumah, setelah satu jam perjalanan dari bandara. Mereka turun dari mobil, dan masuk rumah. Ya .... Rumah yang lama tidak mereka tinggali sejak 10 tahun yang lalu, hanya sesekali pulang saat liburan atau jika Steve ada kerjaan dikota J. Rumah ini tetap terawat karena tidak ditempati Zulia dan, ada pembantunya yang merawat dan memelihara rumah setiap hari. "Oh ya Zack ... Besok mama akan kesekolah kamu yang baru, kamu juga harus ikut" ucap Zulia. "Terserah mama aja" jawab Zack dengan melangkah pergi menuju kamar. Zulia dan memulihkan pun melakukan hal yang sama, mereka pergi kekamar untuk istirahat karena sangat lelah.
Lettura gratuita per i nuovi utenti
Scansiona per scaricare l'app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Scrittore
  • chap_listIndice
  • likeAGGIUNGI