21 | Lagu Untuk Bintang

2209 Words

Langit tersenyum memandangi batu nisan di bawahnya. Ia bersimpuh, membiarkan sepasang lututnya dikotori oleh tanah basah. Hujan telah reda sejak ia sampai di tempat ini, tapi aroma khas hujan bercampur dengan tanah yang menjadikannya basah, masih terasa kental di penciumannya. Langit meletakkan setangkai bunga lili di atasnya. Mengusap ubin hitam yang membingkai tempat terakhir seseorang yang dicintainya. “Mama apa kabar?” lirih Langit dan kembali tersenyum seraya mengusapkan telunjuknya menelusuri nama Tata yang terukir di sana. Pemuda itu memenuhi rongga paru-parunya dengan oksigen. “Sebentar lagi, Mah. Mungkin sebentar lagi Mama dan Pelangi bakal ketemu sama Bintang di sana.” Langit tersenyum getir. Bayangan Bintang tersenyum manis tengah menari-nari dalam benaknya. Tanpa terasa, cai

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD