18 | Detik Untuk Bintang

2323 Words

Bintang mengusap rambut Langitnya dengan lembut. Laki-laki itu tertidur dalam dekapnya. Bintang menghela napas mengamati cuaca di luar dari jendela mungil rumahnya. Hujan tidak lagi turun dengan derasnya. Hanya tersisa mendung yang perlahan mereda. Tidak ada lagi kilat maupun amarah guntur yang mewakili perasaan Langitnya. Sudut mata Bintang mendapati Bulan dari kejauhan. Bintang menoleh pada kakaknya tersebut lantas tersenyum. Meskipun berjarak, namun Bintang tahu embusan napas Bulan sangat berat seolah begitu banyak beban yang dipikulnya. Dilemparkannya seulas senyum untuk Bintang yang menatapnya nelangsa. Bulan memberi isyarat tanpa suara bahwa dirinya benar baik-baik saja sebelum akhirnya berlalu dengan kepala menunduk dalam. Apakah bintang-bintang akan muncul malam ini? Mungkin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD