Bab7

1322 Words
Film layar lebar itu pun di mulai, adegan demi adegan terekam jelas. Seketika euphoria menjadi haru, seketika juga tawa keluar dari para penonton. Ify menutup kedua matanya saat adegan Leta dan Arga sedang berpelukan di bandara. "Viaaa, Shillaa itu gak boleh di tonton" "Sssttt berisik lo" protes Via yang merasa terganggu, sedangkan Shilla masih hanyut dengan alur cerita. Ify kembali diam dengan wajah bete ia menonton film nya kembali, karena merasa bete Ify pun memilih membuka handphonenya dan memasangkan earphone. Ify memutar film masha di handphone nya. Ify tersenyum dan terus menonton apa yang ada di handphone nya di bandingkan nonton layar besar di hadapannya. "Gasru gasru gasru" ujar nya mengikui suara ala masha saat meminta makan kepada beruang besar yang menyayanginya. Ify fokus pada film, sedangkan kedua temannya masih fokus pada layar besar di depannya. Sampai film habis, Ify tetap menonton Masha. "Huwaaaaa gue nangis, tissue mana tissue" ujar Shilla tiba-tiba saat lampu sudah tak segelap tadi. "Samaaa, kasian banget leta njirr untung aja si arga selamet ya" sahut Via Kebanyakan orang di dalam teater4 itu pun menangis terharu, sama seperti Via dan juga Shilla. Tapi berbeda dengan Ify, Ify masih fokus dengan handphonenya dan tertawa sendiri. "Udah bisa gue tebaak sih, si arga itu gak mati." "Iyaaa, dan duh pas arga bilang 'i love you let' di pesawat anjir demi apa gue baper" heboh via bercerita dan juga shilla sebaliknya. Namun kedua nya sadar saat sahabatnya kini masih fokus kepada layar handphone dan malah tertawa sendirian! Orang lain nangis, ini ketawa ? "Hihihi ceguk ceguk, satu dua satu dua" "Temen lo gak salah ekspresi kan ?" tanya Via kepada Shilla "Kayanya sih salah Vi" Shilla dan Via mengintip apa yang Ify tonton, dan mereka pun menggeram kesal. "Ifyyyy" teriak keduanya tepat di samping telinga Ify. Ify membuka earphonenya, dan menatap kedua temannya "eh, udah selesai film nya ?" "Belom!" jawab Via denga ketus "Kok belum ? Udah Via ih, ini lampu nya udah nyala" protes Ify sebal dan memasukkan earphonenya ke dalam tas. "Jadi lo daritadi gak nonton film nya? Lo malah nonton Masha si bocah nakal itu?" ujar Shilla geram Ify mengangguk denan polosnya, dan membuat kedua temannya tambah geram. "Aiissshhh" "Kenapa ? Lagian itu film buat orang dewasa, kita gak boleh nonton film alay yang kaya gitu." Shilla dan Via sama sama membulatkan matanya. "Serah lo" "Udah buruan keluar aja, lama-lama disini darah tinggi gue" Ify menaikkan alisnya dan menatap kedua temannya aneh. "Ada yang salah ya?" tanya Ify kepada dirinya sendiri saat kedua temannya meninggalkan Ify sendirian. Ify pun melangkah mengikuti langskah Via dan juga Shilla. "Viiaa, Shillaaa anterin gue beli coklaat" "Ga" jawab keduanya kompak "Viaaa, Shillaaa plis ayoo temenin. Gue laperr" rengek Ify menarik lengan Via juga Shilla seperti anak kecil. "Ify, mending kita makan aja yuk daripada lo beli coklat." ujar Shilla sabar "Yaudah makan, udah gitu beli coklat sama es krim yaa" "Es krim lagi ?" Ify mengangguk semangat sedangkan Via juga Shilla menghembuskan nafasnya dengan kasar. ***** Shilla memposting foto nya bertiga saat mereka tengah menunggu makanan di foodcourt ke grup sekolah di Line. Angel : Wiiihhh gak ngajak lo shill Arshilla : wkwkwk sorry njel, gue juga di ajakin via Andre : Ify cantik ya Raka : kaya barbie KhaeCakka : Fy, bening banget sih luu Dario : bacot lu semua njing Alvino Prasetya : Babu nya ngamuk Andre : weeiissh Vin, wkwkwk Raka : Fy cek pc dong Adiba Allifya : Gak ada pc dari Raka Dario : Siapa lu njing, berani2 nya pc Ify Sivia : Nggg Raka : Weeiittss sans broo wkwkwk Dario : yang mau pc Ify, sini lewat gua. Ngomong dulu sama gua. Adiba Allifya : kata Rio, Ify gak boleh bales pc dari cowo lain. KhaeCakka : wah parah lo yo. Andre : kantal lu njing Dario : good fyyyyy Sivia : mulai keluar semua Adiba Allifya : Udah ya, Ify mau makan dulu. Dario : Makan yang banyak ya Fy Dario : nongkrong kuy ntar malem Alvin : G KhaeCakka : G Andre : G Raka : G Dario : anjeng sagapung lu semua Ify tertawa melihat isi grup, tak hanya Ify, Via dan juga Shilla pun sama. "Gila semua emang tuh grup isinya" ujar Via sambil melahap makanannya "Ify gak gilaaa" "Y aja Fy" ujar Shilla . Ify pun manyun, dan Via baik Shilla menatpnya dengan geli. "Udah makan cepet abisin, lo mau beli es krim kan?" tanya Via. Ify pun mengangguk semangat dan melahao makanannya dengan semangat. Selesai makan mereka bertiga langsung caw membeli es krim sesuai kemauan Ify. Hari mulai malam, jam di tangannya menunjukkan pukul 18:30. Ify membli dua es krim strawberry. "Udah malem, ayo pulaang" ajak Ify seraya menjilat es krim nya secara bergantian. "Fy, geli gue liat lo gitu" ujar Via menatao Ify ngeri "Emang kenapa?" tanya Ify kembali menjilat kedua eskriknya bergantian. "Satu-satu napa Fy makannya" ujar Shilla. ify hanya nyengir dengan polosnya. "Hehehe, Ayoo Viaa Shilla pulaang ini udah malem" "Sans aja napa, ini masih setengah tujuh" "Ih ntar Mamah marah sama Ify, ayoo" "Nyokap lo gak akan marah. Lo oergi sama kita ini kan, udah ini juga kita mau pulang. Tapi abisin dulu es krim" "Bener yaa, langsung pulang nanti kalau es krim nya udah abis" "Iyaa bawel lu" Ify pun mendelik ke arah Via dan kembali menjilat es krim nya, memakan es krimnya dengan lahap tanpa ada rasa ngilu sedikit pun di gigi nya. Ify mengelap bibir nya dengan tissue, karena diantara ketiganua yang paling belepotan memakan es krim hanyalah Ify. "Jorok banget sih Fy" ujar Shilla saat melihat bibir Ify penuh dengan warna merah muda karena es krim "Lagian pake beli dua segala, padahal tadi pas sebelum kita nonton lo udah makan es krim" "Biarin, udah ayo pulang" Mereka pun berjalan menuju mobil Via yang terparkir di halaman cafe cecanash. Drrrttt drrttt Saat mereka telah duduk. Via tentunya di bangku kemudi, Shilla di belakang, dan Ify di samping Via. Tiba-tiba Pesan line masuk ke handphone Ify, Ify membukanya. Dario : Hallooo Ify pun tersenyum dan membalasnya hingga larut dalam percakapan disana. Adiba Allifya : hallo juga hehe Dario : Lagi apa Fy ? Adiba Allifya : Lagi duduk di mobil Via, mau pulang ke rumah Dario : Baru selesai ya main nya ? Yaudah hati-hati ya pulang nya Adiba Allifya : yang bawa mobil kan bukan aku, tapi Via. Dario : Yaudah kamu bilangin ke Via Adiba Allifya : Bilang apa ? Dario : Hati-hati bawa mobil, jangan sampe bidadari aku lecet Adiba Allifya : Rio, disini gak ada bidadari. Aku, Via sama Shilla kan manusia. Dario : Nggg, udah kamu bilang aja ke Via gitu ya sayang Ify membaca chaty terakhir daribRio spontan menutup matanya, Via dan Shilla yang melihat nya hanya dapat menangkat bahu nya. "Viiaaa, kata Rio hati-hati bawa mobilnya, soalnya dia gak mau bidadarinya lecet. Liaaat pas gue bilang disini kan gak ada bidadari, kita kan manusia semua. Dia malah bilang gini" ujar Ify seraya menunjukkan handphonenya, Shilla dan Via pun bergantian melihat chatt Ify. "Anjaaaay najis banget si Rio" komen Shilla "Wkwkwk jijiq banget, geli gue. Pake manggil sayang, emamg lo udah pacaran Fy?" "Ify gak boleh pacaran sama papah." Ify pun kembali fokus pada hp nya dan membalas pesan Rio. Adiba Allifya : Ihh rioo, jamgan manggil itu. Ify malu _- :D Adiba Allifya : Udah Ify sampein ke Vi kok. Dario : Hahaha yaudah aku nongkrong dulu ya Adiba Allifya : nongkrong dimana ? Dario : bukit golf. Udah yaa nanti di chat lagi, daaah ify Adiba Allifya : daaah Rio Ify memasukkan handphone nya kedalam tas kecil yang ia bawa. "Fy, kayanya Rio baper sama lo" "Baper?" tanya Ify kepada Shilla "Iyaa, Bawa Perasaan. Kayanya dia suka sama lo" "Gue rasa sih gitu Shill" tembal Via yang fokus menyetir "Engga kok, kita kan temen" elak Ify "Liat aja ntar" Kemudian suasana mobil pun sepi, ketiga nya sibuk dengan urusan masing-masing. **** Vote dan komen yaaa
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD