Seorang pria berlari begitu girang keluar dari mobilnya masuk menuju rumah mewah yang dijaga banyak bodyguard. Perasaannya kini sedang berbunga-bunga karena akan menemui calon istrinya di rumah calon mertuanya. Pria ini sudah berpakaian santai tapi rapi dan terlihat menawan. Entah berapa kali juga dia menyemprotkan parfum, yang jelas tubuhnya begitu harum. Orangnya sudah pergi, aromanya masih tinggal. "Kau sudah datang?" tanya orang pemilik rumah ini saat membukakan pintu untuk tamunya. Dia sudah rapi dengan setelan kerja. "Iya Ayah mertua!" Dia menunduk malu lalu mencium punggung tangan pria yang ia panggil papa mertua. "Tolong urus pesta pertunangan kalian semewah mungkin. Buat Via juga terkesan dan nanti hatinya menjadi luluh padamu, Boy." Semakin hari Boy dan Arif seperti sudah kl

