“Via …. Via.” Boy memanggil Via berkali-kali tapi tak mendapatkan jawaban. Via tatapannya terlihat kosong dan tidak berkedip sama sekali, duduk diam saat Boy ajak mengobrol. “Hei!” panggil Boy lagi tapi Via masih tetap tidak merespon, akhirnya Boy menjentikkan jarinya di depan mata Via agar wanita ini tak terus melamun. Lama-lama menatap jauh nanti kalau kesurupan bagaimana? “Eh …. Maaf Boy.” Via langsung meliriknya sambil mengatur napas. Dia tadi membayangkan yang seram-seram dan nasibnya semakin suram. “Kamu kenapa melamun?” tanya Boy sambil menggenggam tangannya. Di ingin menenangkan hati Via tapi tidak tahu caranya. “Tidak apa-apa.” Via melepaskan genggaman tangan itu, entah kenapa dia agak benci dengan makhluk berjenis kelamin laki-laki, bahkan kini di sentuh saja tak suka. “Apa

