30

1841 Words

"Perjanjian? Perjanjian apa?" tanya Dinda. "Perjanjian untuk pengalihan nama aset yang akan jatuh ke tangan gue nantinya ke nama dia. Dan setelah itu dia akan pergi dari kehidupan gue dan bokap, kalau gue gak menyetujui dan menandatangani perjanjian itu dia akan melakukan sesuatu yang membahayakan bokap gue," balas Vanya. "What the f**k! Benar-benar gila! Ternyata sifat asli ibu tiri lo kayak gitu Van? Gila sih gak percaya gue, parasnya aja kalem tapi ternyata hatinya iblis!" ucap Dinda dengan nada kesalnya. Vanya hanya diam. Berulang kali dia menghela napasnya berat dan memijit pangkal hidungnya. Kini kepala Vanya terasa sangat pening sekali, entah mengapa Vanya menjadi serba salah. Dia tidak mungkin langsung mengatakan tentang ancaman Reva kepada Alex langsung. Karena sudah dapat di t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD