27

1622 Words

Ting! Pintu lift telah terbuka lebar kembali, dengan sedikit berlari Alfa mulai mencari nomor kamar Vanya. Sesampainya di depan pintu kamar Vanya, Alfa mulai merogoh kembali tas ransel Vanya untuk mengambil kartu akses kamar Vanya. Setelah menemukan kartu akses kamar Vanya, Alfa segera membuka pintu kamar itu dan memasuki kamar Vanya. Dengan sangat berhati-hati, Alfa mulai meletakkan tubuh ramping Vanya di kasur king sizenya. Saat Alfa akan beranjak pergi, tangan kanan Vanya menahan pergelangan tangan Alfa. Dan secara tidak sadar, Vanya pun berkata. "Jangan tinggalin Anya," ucap Vanya dengan mata yang masih terpejam. "Anya mohon, jangan tinggalkan Anya Bunda. Anya tidak bahagia dengan keluarga baru Anya. Ayah berubah Bunda," lanjut Vanya. "Ayah sudah tidak sayang Anya. Ayah mengusir

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD