46

1517 Words

"Ck, iya! Awas saja jika kamu sampai bersikap  seperti itu kepada  wanita lain! Akan ku santet wanita itu hingga gila," ancam Vanya seraya  menatap sinis Alfa. Alfa terkekeh. Tangan  kanannya  mulai  mengacak  pelan puncak kepala Vanya. "Iya sayang." Kedua pipi Vanya sontak memanas, menampilkan  semburat  warna merah. Dengan sengaja, Vanya mengalihkan   pandangannya  ke arah lain. Alfa  sangat  senang melihat kedua pipi  Vanya yang  memerah karena dirinya. Sorot mata Alfa  mulai   menatap  kembali ke arah pantai, hari ini  sudah mulai menggelap. Senja  pun mulai hilang. "Kita makan di restaurant terdekat disini yuk! Hari  sudah  mulai malam Vanya," ucap Alfa  seraya menatap Vanya di  sebelah kananya. Vanya mengangguk paham. "Iya, ayo!" Mereka mulai beranjak berdiri dan meninggalkan pa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD