‘’Dengan kekuatan yang ku miliki akan ku ubah dunia dan takdir hidupku!’’
Eagle Halilintar Abrakadabra –
Aku, aku hanyalah seorang laki-laki biasa yang memiliki mimpi untuk mengubah takdir hidupku. Aku ingin mengubah keterpurukan hidupku selama ini. Hidup yang hanya dipenuhi oleh tatapan jijik dan kebencian. Semua karena wajah buruk rupaku. Wajah buruk rupaku membuatku menerima bullyan yang tiada henti. Baik di sekolah maupun di kosku. Hidupku sebatang kara karena tak ada seorang pun keluargaku yang menerimaku. Bahkan keluargaku pun menelantarkan diriku.
Tak ada satu pun orang yang peduli akan hidupku selain diriku sendiri. Segala keterpurukan aku alami setiap hari. Keterpurukan hidupku membuatku ingin mengubah wajah ini namun apa dayaku yang tak memiliki harta.
Aku hanya berharap ada keajaiban terjadi pada hidupku. Namun hal itu hanyalah Konyol dan tak mungkin terjadi!
Sadarlah kau Eagle!
"Heh buruk rupa jangan hanya melamun! Dan kerjalah yang cepat!" teriak pemilik toko tempatku bekerja membuyarkan lamunanku
"Iya tuan." Ku anggukan kepalaku sebagai balasan
"Dasar buruk rupa!" Ejek anak sang pemilik toko
"Nih terima!"
Pyur!
Sebuah air bekas mie instan ia tuangkan di atas kepalaku. Aku yang berada di posisi bawah tak bisa berbuat apa-apa selain diam. Setelah puas menuangan air bekas rebusan mie instan mereka berdua tertawa terbahak-bahak melihatku.
Aku hanya menatapnya dengan sorot mata yang tajam. Menyorotkan kemarahan yang ku rasakan.
"Heh kenapa lu melotot hah!? lu kerja yang bener! Atau ku bilang pada papa untuk memecatmu!" ancam kedua anak remaja itu kepadaku
Mendengar ancaman tersebut membuatku menundukkan kepalaku. Aku membutuhkan pekerjaan ini untuk biaya hidupku. Jadi aku tak akan berani berbuat apa-apa selain menuruti perintah kedua remaja tengil itu. Mereka sudah biasa melakukan hal ini kepadaku setiap hari. Dan aku hanya bisa pasrah tanpa bisa berbuat apa-apa.
"Jangan den, Maafkan saya atas sikap lancang saya." tuturku meminta pengampunan agar diriku tak dipecat dari pekerjaan ini
"Haha gitu aja takut haha! Dasar gempal buruk rupa haha!" tawanya dengan keras
"Heh kalian berdua pergilah dan jangan ganggu kerjaan buruk rupa itu! Atau ku potong uang jajan kalian!" usir ibu kepala toko yang tak lain adalah ibu mereka berdua.
"Iya iya buk! Udah ayo kita pergi!" ajak seorang anak berambut punk merah pada saudaranya yang berambut pirang
"Iya ayok!"
Kedua remaja tengil itu pergi dari hadapanku. Aku bernafas lega.
"Heh buruk rupa ini ponselmu getar terus! Angkatlah!" ujar ibu kepala toko memberikanku ponsel milikku
Ku terima ponselku. Lalu aku memberi kode pada ibu kepala toko untuk minta izin angkat telfonnya. Ibu kepala toko itu hanya mengangguk. Tanda bahwa ia mengizinkanku.
Aku keluar dari toko. Melihat nama Ayako. Mataku langsung berbinar. Seakan ada hal yang ku nanti. Ayako Minasa adalah kekasihku. Ia adalah seorang gadis yang menemaniku dan menerimaku apa adanya. Dan berkat kehadirannya aku mampu bertahan hidup sampai saat ini. Ia lah semangat hidupku satu-satunya dalam hidup ini.
Aku segera mengangkat telfonnya. Tak mau membuatnya menunggu.
"Halo sayang ada apa?" tanyaku dengan lembut
"Lama sekali angkatnya sih! Kamu tau kan kalo aku tak suka menunggu!" Omelnya dengan nada bicara cepat
"Haha aku tau itu sayang. Tapi maafkan aku baru bisa angkat karena aku masih bekerja jadi cobalah untuk mengerti manisku." Jawabku atas omelannya
"Huh kau selalu begitu! Ya udah deh terserah!" balasnya ngambek kepadaku
Aku tau dia kesal padaku tapi aku juga tau cara untuk membujuknya. Jika membayangkan wajahnya yang sedang kesal pasti keliatan lucu sekali.
"Kamu mau aku bawakan apa cintaku? Topokki? Apa Ice cream Chocolato grande?" tanyaku memancing ia untuk bicara kemauannya
"Aku ga mau itu!" tolaknya pada pancinganku
"Hmm.. "
Tumben sekali ia menolak makanan kesukaannya?
Ya mungkin hormon cewek pasti berubah-ubah moodnya akan kesukaannya. Pikirku dalam hati
"Jadi kau mau apa sayangku?" tanyaku dengan lemah lembut. Agar ia luluh dari rasa ngambeknya
"Aku mau kalung bulan sabit yang kita liat kemaren chagiya." tuturnya mengatakan keinginannya
"Kalung? Itu mahal sekali manisku. Apa bisa yang lain saja?" bujukku agar ia mau mengganti permintaannya. Aku tau ia menginginkan kalung itu tapi aku tak mungkin bisa memberikannya. Itu semua karena harga Kalungnya yang sangat mahal. Bahkan gajiku bulan ini saja tak cukup untuk membelinya
"Kalo kau tak mau membelikan ya sudah! Jangan harap kita bertemu lagi bye!" Ujarnya menutup panggilan telfon secara langsung
Tuttt!
Ku hela nafas panjang. Merasakan sikap kekasihku yang semakin hari semakin menuntutku. Entahlah aku tak tau harus berbuat apa.
Aku berfikir sejenak. Mencari cara untuk permasalahan Ayako.
Apa aku harus mengeluarkan seluruh tabunganku agar bisa membelikan Kalung sabit permintaan Ayako?
Tapi jika ku keluarkan semua uangku apakah aku masih bisa makan besoknya?
Apakah aku bisa membayar uang kos?
Ku berdecak kesal karena memikirkan semuanya. Pusing rasanya memikirkan semuanya.
Aish sudahlah biarkan saja ku turuti permintaannya. Jika tidak ku turuti maka ia akan ngambek padaku lebih lama lagi. Putusku dalam hati
Lagian menuruti permintaan kekasihku tak ada salahnya. Karena menuruti permintaan seorang perempuan adalah bentuk kasih sayang seorang laki-laki padanya. Dan aku sebagai laki-laki gentle sudah seharusnya melakukan hal itu. Pikirku dalam hati
Ya kali ini aku akan berikan permintaannya sekaligus mengatakan keseriusanku padanya selama ini.
Tak berselang lama ada suara teriakan ibu kepala toko memanggilku.
"Heh gell! Cepatlah kemari dan selesaikan pekerjaanmu! Atau ku potong gaji kau!" teriak ibu kepala toko. Memintaku untuk segera datang dengan nada mengancam.
Aku buru-buru memasukkan ponselku ke dalam saku dan masuk ke dalam toko kembali. Aku tak ingin kehilangan pekerjaanku satu-satunya ini. Karena dari pekerjaan ini adalah jalan penghasilanku satu-satunya. Dan hari ini adalah hari diriku mendapatkan uang gaji.
So semangat Eagle Halilintar!!
****
22.00 p.m
Aku telah menyelesaikan pekerjaanku yang di toko. Semua telah ku selesaikan dengan rapi. Mulai dari menata tumpukan karung beras hingga membersihkan lantai. Semua ku selesaikan tanpa ada yang tertinggal.
Toko pun sudah ku kunci. Ibu kepala toko mendatangiku. Memberikan amplop putih kepadaku.
"Ini gajimu bulan ini. Jadi terima lah!" ucapnya
Ku terima amplop pemberiannya dengan perasaan gembira. Tak lupa ku ucapkan terima kasih kepadanya.
"Terima kasih banyak bu." Ucapku seraya menundukkan badanku
"Ya, pulanglah dan besok datanglah pagi-pagi! Jangan telat lagi! Ingat itu!" pesannya kepadaku
"Siap bu.."
"Ya sudah aku pulang dulu."
Ibu kepala toko pergi pulang terlebih dahulu dariku. Ku pandangi amplop putih itu dengan perasaan riang gembira. Lalu ku tatap bintang di langit.
Malam ini tampak begitu terang dari biasanya. Bisa ku rasakan jika malam ini akan menjadi sejarah terindah untukku dan Ayako. Ya! Malam ini akan menjadi bukti keseriusanku pada Ayako!
Dan malam ini akan ku buktikan pada Ayako jika aku sangat mencintainya!
Okey sekarang waktunya jalan!
Tunggu aku Ayako!
Aku akan datang kepadamu!!
Ku langkahkan kakiku. Siap menyusuri jalanan untuk melangkah. Di sepanjang jalan aku berharap semua akan berjalan dengan baik. Aku sangat yakin jika malam ini akan menjadi hari bahagiaku. Dan aku tak sabar lagi!
Akankah keinginan Eagle Halilintar Abrakadabra menjadi kenyataan?
Dan hal apakah yang akan terjadi selanjutnya?
Nantikan di chapter selanjutnya~^^