Sudah jam setengah dua belas malam, tapi Bapak Dosen Arjuna Pamungkas belum juga terlihat batang hidungnya. Ini pertama kalinya setelah mereka menikah Juna belum pulang sampai selarut ini. Tentu saja sebagai wanita dan seorang istri Tia merasa cemas dan was-was. Pikirannya sudah entah ke mana sekarang. Bagaimana jika Juna kecelakaan di jalan? Atau mendapat sesuatu masalah? Mobilnya mogok di tengah jalan sepi mungkin? Atau ban kempes tapi tidak ada bengkel? Atau ... jangan-jangan Juna frustasi karena Tia tak kunjung blendung lagi dan memberinya anak perempuan, yang mengakibatkan Juna mencari kehangatan di ranjang wanita lain. Tia meyakinkan dirinya, suaminya adalah lelaki baik-baik yang bisa membedakan mana yang baik. Mana yang buruk, tapi kan tidak menutup kemungkinan lelaki baik-baik t

