Juna menghempaskan tubuhnya ke sofa ruangan di salah satu cafe dekat kampus tempatnya mengajar. Seorang laki-laki sebaya denganya ikut mendudukkan dirinya diatas sofa.
"Kenapa lagi lu hah? Setiap kesini muka lu ditekuk mulu. Bisa-bisa kabur nanti pelanggan kita liat muka horor lu Jun. Kenapa sih? Ada masalah sama mahasiswi itu lagi?" ini Arga, sepupu Juna. Akhir akhir ini dia sering mendapat keluh kesah dari Juna prihal seorang mahasiswi yang tak bisa menmbuat hidupnya tenang.
"Siapa lagi emang?" Jawab Juna malas.
"Kenapa lagi? Lu dikenalin sama emak bapaknya? Lu disiruh emak bapaknya ngehalalin dia? Atau jangan-jangan, dia ngajakin elu bikin dede bayi?"
Plakk
"Sakit b**o!"
Juna memukul mulut Arga. "Sembarangan" katanya, "udah berapa bulan sih gua ngajar disana? Sebulanan yaa? Dan dalam sebulan gua ngajar disana, dia udah punya ribuan foto gua yang diambil candid" lanjutnya lagi
"Serius lu?"
"Serius lah, buat apa gua bohong? Dia punya foto gua dari keluar mobil waktu berangkat sampe masuk mobil waktu gua mau pulang. Bahkan dia punya foto gua waktu gua mau masuk kamar mandi Gra! Serem gua lama-lama liat tu anak!"
"Waktu lu di dalem kamar mandi, diap punya kagak?"
Plakk
Satu pukulan manis kembali melayang ke murut Agra. "Gua serius Gra!"
"sakit onta! Lu kira gua ngelawak hah? Gua juga serius nanya dugong!" Tak ada jawaban dari Juna. Dia mendongak menatap langit-langit dengan perasaan kesal pada Tia. Mahasiswi yang sudah memporak porandakan kedamaiannya selama ini.
"Udahlah kagak usah difikirin, mending kedepan jagain kasir, sekaligus jual tampang. Sayang muka ganteng gini kalo gak di manfaatin. Kan lumayan banyak mahasiswi cantik pada mampir" ya, cafe ini adalah cafe melik Juna dan Agra, mereka bekerja sama untuk mendirikan kafe ini saat mereka masih kuliah dulu. Dari hasil menabungnya. Cafe yang dinamai ARJUN singkatan dari Arga Juna ini selalu ramai dikunjungi pelanggan. Rata-rata mahasiswa yang hanya ingin sekedar ningkrong ataupun mengerjakan tugas kuliahnya. Namun tak jarang juga banyak mahasiswi cantik yang datang untuk tebar pesona kepada para pemilik cafe yang memang pacarable ini.
Juna ini sebenarnya tipe pendiam. Kontras banget sama Arga yang gak bisa diem. Sebenernya Juna ini berasal dari keluarga yang ramah-ramah. Tapi gak tau kenapa dan dari mana asal sifat dinginnya itu. Ayahnya adalah seorang direktur disebuah perusahaan. Sedang ibunya adalah guru SMA di dekat rumahnya.
Umurnya genap 28 tahun dua bulan yang lalu, tapi selama 28 tahun Juna hidup, gak pernah sekalipun dia dekat sama perempuan. Jadi banyak banget kabar berhembus kalo Juna ini belok, suka sama batang, jeruk makan jeruk bahasa lain yang lebih singkat, gay.
Juna sih bodo amat sama omongan orang yang penting dia bahagia. Toh omongan orang gak bikin kenyang. Tapi karena kabar yang miring yang berhembus Juna sering mendapatkan tekanan dari orang tuanya terutama sang ibu. Dia takut anaknya benar-benar menyalahi kodrat. Dia takut anaknya gak suka apem!.
Juna udah gak lagi tinggal sama bapak ibunya. Dia tinggal di cafe sendirian. Alasannya pengen hidup mandiri, padahalmah lari dari omelan ibunya yang disuruh cepet cariin mantu. Pernah sekali Juna ngajakin Arga buat nemenin dia tidur di cafe, tapi Arga nolak mentah-mentah. Alasannya takut kalo ternyata kabar yang kata Juna hoax itu adalah fakta. Kan gak lucu kalo tiba-tiba Juna bilang suka sama Arga. Selain Arga ini sepupunya deketnya Juna. Dia juga laki-laki tulen, masih suka sama apem. Arga takut aja sama pribahasa yang bilang cinta datang karena terbiasa. Apalagi dia sama Juna sering ngabisin waktu berdua. Untuk ngobrol masalah untung rugi kafenya. Atau curhat satu sama lain. Jika Juna tentang Mahasiswa dan mahasiswinya mak Arga tentang pacar dan sekingkuhannya.
Selama 28 tahun dia hidup, Juna belum pernah deket sama perempuan kecuali ibu dan adik satu-satunya bukan karena Juna gak laku. Banyak banget yang deketin Juna dari kalangan anak temen ayahnya yang konglomerat, Rekan dosennya, bahkan mahasisiwinya. Yaa... salah satunya si Tia ini. Juna merasa perempuan itu ribet, dan Juna gak suka repot. Apalagi Arga sering cerita sama dia, kalo Arga bisa berjam-jam nemenin belanja pacar-pacarnya cuma buat milih sepatu yang berakhir beli baju. Pokonya bagi Juna perempuan itu makhluk yang paling ribet titik!
Juna juga udah beberapa kali di kenalin sama anak temen ibunya. Sebagai anak yang berbakti, Juna gak mau nolak permintaan ibunya dong. Tapi setiap perkenalan gak ada yang berjalan mulus. Selalu berakhir setelah satu jam pertemuan. Alasannya selalu sama perempuan yang ibunya kenalin ke dia itu kelewat ribet. Masa iya, makan aja pake di imit-imit, sedikit-sedikit di masukin ke mulut dengan gaya di imut-imutin mana pake mode slow motion lagi. Kan Juna jadi ilfill liatnya, bukannya imut-imut jatuhnya malah amit-amit ditambah jabang bayi!. Ada lagi, waktu Juna di kenalin sama anak temen ngajar di sekolah ibunya. Juna di suruh jemput itu cewek ke rumahnya, tapi sampe setengah jam dia nunggu, orangnya gak nongol-nongol. Akhirnya di waktu tunggunya yang ke 35 menit Juna kesel. Jadi sama dia ditinggal dong. Ibunya marah-marah sama Juna, waktu tau anak laki-lakinya itu ninggalin anak dari temen ngajarnya di SMA. Katanya, Juna bosen nunggu. Jadi ibunya tanya kepada anak sang teman kenapa bisa lama banget. Katanya dia mau tampil sempurna dihadapan Juna. Kan juna jadi tambah ilfill, gak ada manusia yang sempurna!. Kesempurnaan itu cuma milik Allah, semata!. Siapa dia ngerasa sempurna?!.
Drreeettt drreettt
Ponsel yang Juna letakan di atas meja bergetar, ada panggilan masuk dari ibunya.
"Halo Assalamualaikum bu"
"Wa'alaikum salam, Ajun, kamu bisa pulang kan malam ini? Ibu mau ngenalin kamu sama anaknya temen ibu. Anaknya cantik, kamu pasti suka. Ibu tunggu ya, jangan lupa pulang. Pokoknya jam 7 harus udah ada di rumah. Ya udah ibu tutup dulu ya Jun,
Assalamualaikum"
"Waalaikum salam"
Juna menghela nafas kasar, ibunya kembali mengenalkannya pada anak temen-temennya. Bahkan ibunya belum memberikan kesempatan Juna untuk menyetujui atau nggak. Tiba-tiba langsung tutup telepon.
"Nanti malam ikut gua lu, gak usah banyak alasan!" Ujarnya pada Arga.
"Apa-apaan! Lu mau jadiin gua kambing hitam?!" Tanya Arga ketus. Dia sering banget soalnya dijadiin kambing hitam sama si Juna waktu dikenalin sama anak temen uwaknya itu. Yaa... walupun ada beberapa yang akhirnya jadi mantan juga sih dari pertemuannya sama calonnya Juna yang justru kepincut sama keramahan Agra.