Brak! Suara pintu yang terbuka kasar membuat Arya terlonjak di tempat duduknya. Mengerang kesal, pria itu menelan paksa kekesalannya ketika melihat siapa sosok tamu tak diundang yang sudah menerobos masuk ke dalam ruang kerjanya? Eh, ralat, ini ruang kerja Hasta. Tapi setidaknya sampai pria itu kembali, Arya yang mengambil alih untuk sementara waktu. Calya sudah menjejak dua langkah lebar, tapi akhirnya kembali berbalik untuk menutup pintu. Walau tak semua pegawai bisa memasuki ruangan ini, tetap saja dia harus mengantisipasi. Terutama dengan keberadaan Rena. Bagaimana jika dia tiba-tiba muncul? Karena sepertinya, selain Calya, hanya wanita itu yang bebas keluar masuk. "Kenapa belum pulang?" Arya kembali melempar tanya, tapi diabaikan seperti sebelumnya. Alih-alih menjawab pertanyaa

