9 🦋

1068 Words

Setelah ketegasan yang Hadid perjelas, Mutia tak berkutik lagi. Masam wajahnya sepanjang sisa waktu makan malam mereka. Anin masih diam-diam mengamati Hadid yang belum menyentuh masakannya dan terus makan sambil memantau ponsel saja. "Mas, cobain." "Aku udah kenyang." Hadid bangkit langsung. Memang sudah kosong piring serta mangkuk suaminya. Namun, kecewa Anin tak mungkin bisa ditutupi. Ia telah menghabiskan waktu untuk memasak dan menambahkan bumbu cinta di dalam masakannya, tetapi Hadid kenyang oleh masakan Mutia. Mau bagaimana lagi, Anin tak bisa memaksa juga. Perut sunahnya terisi sepertiga makanan, sepertiga air dan sepertiga untuk udara. Akhirnya Anin makan sendiri masakannya tanpa ditambah nasi lagi. Mutia juga ikut bangkit menyusul Hadid. "Mas ...!" Tak bertanya, Hadid berbali

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD