Usai mengenakan setelan jas lengkap dan rapi seperti biasa, Damien berjalan mendekati tubuh Aprodytha yang masih terlelap. Tangannya pun mengusap puncak kepala wanita itu dan menciumnya perlahan. “Aku pergi dulu,” ujar Damien berbisik pada Aprodytha. Aprodytha pun melenguh dan beberapa saat kemudian ia kembali terlelap dalam tidur nyenyaknya sembari menikmati indahnya alam mimpi di pagi hari. Setelah kepergian Damien, Aprodytha menggeliatkan tubuhnya saat merasakan sinar matahari menerpa wajahnya. Sayup – sayup matanya perlahan terbuka. Rambutnya tampak berantakan dan bahkan membuatnya tampak seperti seekor singa dengan surai nya. Matanya melirik ke arah jam dinding yang menunjukan pukul 8 pagi. Ia pun segera bangkit dan berpikir tak ingin melewatkan sarapan paginya yang disajikan oleh

