BAB 39

1648 Words

Sementara di bekas bangunan yang sudah bersisa kerangka dengan atap yang masih utuh itu. Sepasang muda mudi yang semalam sudah melakukan penyatuan itu sedang memakai kembali pakaian mereka. Tak ada raut sesal di wajah Anggun, seolah perempuan itu sudah terbiasa dengan pergumulan yang terjadi. Lain halnya dengan Aldo, lelaki itu justru terlihat sebaliknya. Wajahnya menampakkan kegelisahan yang teramat. Dia bahkan menjadi bungkam seribu bahasa, karena memang sebenarnya dia dan Anggun tidak saling kenal sebelumnya. “Aku minta nomer hapemu, dong.” Anggun sudah selesai dengan helaian pakaiannya. Dia mendekati Aldo sembari mengeluarkan ponsel miliknya. Anggun terlihat sangat santai. Berbalik dengan raut Aldo yang kini memucat. Heuh ... Dasar laki-laki! Masih enak aja, menikmati dan ikut m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD