Bian dan Naya meniup balon bersama. Terlihat seperti anak kecil memang, tapi itulah Kenyataan yang terjadi sekarang. Keduanya berlomba untuk bisa menjadi pemenang yang terbanyak meniup. Rasa takut yang sempat Naya rasakan sudah tak lagi terasa. Sebab balonnya dia tiup dengan tidak terlalu besar seperti yang Bian ucapkan. Sesaat, Bian melihat pada wajah sahabatnya yang kini ceria. Kesedihan yang terlintas walau sedikit di ronanya kini sudah sirna. “Nah, itu balon gue. Gue bakal tulis apa yang gue rasain di sini.” Bian mengambil spidol yang tergeletak di sampingnya. Bian menuliskan kata-kata cinta yang terpatri untuk Naya pada balon yanh yang ditiupnya. Sementara Naya hanya menonton apa yang Bian lakukan. “Nah ... Sekarang giliran Lo,” ucap Bian memberikan spidol yang tadi dipegangnya

