Bian dan Naya tertawa cekikikan mengingat kisah lucu yang dialami Bian sewaktu kecil. Sungguh hal yang sangat membahagiakan bagi Bian ketika melihat tawa Naya seperti sekarang. Seolah kesedihan yang tadi mendominasi di wajah cantik itu sirna seketika. Bian melahap kue tart di tangannya dengan perasaan lega. Dia berhasil mengembalikan senyum itu seperti biasanya. Ya, seperti biasanya, dia akan terus ada dan menghibur Naya saat gadis itu merasa jatuh dan terpuruk. Entah sampai kapan, Bian hanya menjadi penghibur seperti ini? kapan dia bisa mempunyai tempat di hati Naya menggantikan posisi Ansel? Ah, Bian tak ingin merusak suasan hatinya sendiri dengan memikirkan sesuatu yang tak kan pernah dia dapatkan, sebab dia tau betul, Naya hanya menganggap dirinya seperti seorang kakak. Dan harusnya

