Nafsu birahi

2050 Words

"Ancamanmu tidak mempan untukku Elena. Kau pikir aku anak kecil yang mudah di takuti." Menatap tajam Elena yang siap menerkamnya. "Awas kau!" teriak Elena jengkel. Tiba-tiba suara bariton menghentikan aktivitas mereka, siapa lagi kalau bukan pemilik mansion ini. "Kenapa kalian membuat keributan di sini?" matanya menatap tajam ke arah mereka berdua yang diam membeku. Lelaki itu menghampirinya Elena mencari muka pada Adam berusaha mengadu perbuatan Hawa tadi. "Pelayan itu mendorongku Adam," kata Elena pura-pura menangis untuk mendapatkan simpati Adam. "Hmm, tenanglah Elena. Ku tegaskan pada kalian semua kalau Hawa datang ke sini menjadi pelayan pribadiku. Tidak seorangpun bisa memerintahnya kecuali diriku dan jika ada yang melanggar perintahku berarti harus siap mendapatkan hukuman. Ter

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD