Kematian

2148 Words

Beberapa menit sudah berlalu. Suara mereka sangat keras seandainya tembok bisa mengeluh, pasti akan runtuh juga akibat tingkah mereka. Sesekali mata Damian terbelalak mendengar teriakan membahana. Namun lelaki yang satu ini tidak mau ambil pusing. Ia tidur kembali dan tidak mengabaikan teriakan kedua bocah tersebut. Detik-detik terakhir tidak satu pun dari mereka yang berhasil memasukkan bola lagi ke gawang. Akhirnya, Hawa menggiring bola ke gawang. Beberapa pemain menjaga di sana. Hawa berpikir, kunci dari permainan itu cuma satu yaitu Nina. Maka otaknya yang cerdas ini segera menyembulkan ide bagus untuk menipu Nina. "loe dengar enggak, suara Beno teriak di depan rumah? Tuh, tuh.... Dengerin baik-baik. Loe cepat buka pintu." Kata Hawa berusaha mengecoh lawan mainnya ini. "Masa, sih? M

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD