Mengancam

2085 Words

Setelah menimang-nimang dengan matang, Damian benar-benar tidak tahu perasaannya sendiri. Selama ini dia tidak pernah mengatakan jatuh cinta pada Hana. "Kalau kau tidak mencintaiku mulai dari sekarang jangan ganggu hidupku lagi. Aku ingin kebebasanku, Damian." Hana semakin menangis lututnya di tekuk lalu menenggelamkan wajahnya di sana. "Kau tidak akan pernah mendapatkan kebebasanmu," geram Damian. "Dasar b******k! Aku tidak mau hidup dengan menjual harga diriku." sekali lagi hanya kekecewaan di dapatkannya. Dia lelah dengan semuanya, Hana berdiri dan membuka pintu untuk keluar tapi Damian menghadangnya. Ia berlari pergi dan menyenggol bahu Damian sangat keras hingga mundur beberapa langkah. Dia berlari kencang menuruni tangga dan saat ia tiba di ruang utama, Hana berdesak-desakan melew

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD