Inggit menganggukan kepalanya kemudian memeluk Rorra. "Terima kasih Ror, jika tidak ada kau disini, aku tidak tahu akan jadi seperti apa dan bagaimana nasibku," ujar Inggit. Rorra membalas pelukan Inggit dan kembali mengusap punggung wanita itu perlahan. "Padahal aku bukan wanita baik - baik saja, tapi kau masih tetap berada di sini dan menjadi temanku. Bahkan rela menemaniku di saat aku merasa terpuruk. Terima kasih, Rorra," sambung Inggit. Rorra melepaskan pelukan Inggit dan menatap wanita itu. "Karena kau sudah tahu aku akan berada di sini, bersamamu, jangan pernah berpikir untuk melakukan hal bodoh seperti tadi dan bertindak seolah dunia tak akan ada yang memihakmu. Kau masih memiliki aku disini, sebagai temanmu," ujar Rorra. Inggit menganggukan kepalanya dan tersenyum perlahan.

