Tentang Rasa

1866 Words

Sofia masih terduduk di kedai itu hingga beberapa jam setelah Ilham pergi. Tamu kedai begitu ramai tapi ia merasa sepi. Sofia masih melamun sambil menahan tangis. Mungkin orang-orang yang datang silih berganti di meja sebelah merasa heran melihat tingkah Sofia, tapi ia sama sekali tak peduli. “Sof, lu masih di sini?” tiba -tiba Nadia datang dan menepuk pundak Sofia. Menyadari kedatangan Nadia, Sofia buru-buru menghapus air mata yang jatuh di pipinya. “Eh, Nad, tahu dari mana gue di sini?” “Gak penting tahu dari mana, lu gak apa-apa kan?” jawab Nadia khawatir. “Hmm... Ilham... Ilham ke mana?” tanya Nadia sambil mencari-cari. “Gak usah tanya dia, dia udah pergi!” jawab Sofia sambil membuang muka. Nadia menggeser kursi di sebelah Sofia, kemudian mengelus pundak Sofia. “Sesuatu terja

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD