Rapat panitia pelaksanaan seminar kampus jadi lebih sering di gelar, karena waktunya semakin mepet. Nino sudah bersiap-siap sejak tadi selepas beres perkuliahan tingkat tiga, mereka sedang menunggu anak-anak BEM yang jadwal kuliahnya berbeda-beda, begini lah resiko menggelar rapat saat hari perkuliahan efektif. Tapi jika jadwalnya dimundurkan selalu jadi akhir pekan lebih parah lagi, ada yang beralasan mudik, kencan, hingga mager (malas gerak). Penyakit panitia, hari pertama rapat, ruangan penuh. Hari ke-dua mulai ada beberapa bangku yang kosong. Hari ke-tiga, dan ke-sepuluh, dan seterusnya, sudah syukur ada yang datang, meski kadang hanya diwakilkan oleh ketua divisinya saja, itu pun harus sampai diumumkan berkali-kali. Maklum, namanya kerja tanpa dibayar, tidak ada istilah gaji buta.

