BAB 53 “Nanti aku bilang, makan dulu saja. Katanya, mau ajak makan di restoran mewah?” “Iya, Sayang.” Juragan Arga pun segera membelokkan mobilnya menuju ke sebuah restoran ternama. Tak jauh-jauh dari restoran masakan sunda yang mereka pilih. Mereka berjalan beriringan, mengambil tempat lesehan pada saung-saung yang berjejer di pinggir danau buatan. Meskipun demikian, angin yang berembus tetap sejuk, menyapu wajah ketiga orang yang tengah duduk di sana dan menunggu menu yang dipesannya datang. “Bicaralah, Li.” Juragan Arga berucap dengan nada datar. “Aku mau pindah sekolah ke Bandung.” Celia mengucap dengan ringan. Sontak saja Juragan Arga dan Nuria saling melempar pandang. Kedua alis tebal Juragan Arga saling bertaut dan menatap wajah Celia. “Untuk apa kamu meminta pindah ke Bandu

