“Masuk, Vir!” Pintu terbuka, dan menampilkan asistennya menghampiri Bela. “Ada apa?” Bela mengernyit karena bingung dengan tingkah asistennya yang terus mencuri pandang pada Bagas. Vira(sang asisten) meminta agar bosnya lebih mendekat. “Bu, ada telepon dari pengunjung setia kita, katanya sedang di jalan menuju sini. Sebaiknya Bu Bela segera meminta tamu spesial Ibu ini pulang dulu, atau takut terjadi kekacauan di butik gara-gara merebutkan Ibu!” bisik Vira pelan sekali, takut Bagas mendengar ucapannya, yang dibalas delikan oleh Bela. “Kenapa bisik-bisik?” tanya Bagas curiga. Setelah empat hari dicuekin Bela, akhirnya baru dua hari ini pria itu bisa ngobrol dan masuk ke area Bela, lagi. Meski sekarang, wanita itu kembali dingin dan banyak mengacuhkannya. Tidak apa, sudah diberi akse

