Kening Angel mengernyit saat mobil Rangga berhenti di sebuah rumah minimalis yang cukup besar. “Ini rumah siapa, Ga?” Rangga hanya menampilkan senyuman tanpa repot-repot memberitahu. “Ayo turun!” “Kamu gak ada niat buat jahatin aku, ‘kan?” Angel menatap Rangga penuh curiga. Namun, bukannya tersinggung, Rangga malah terbahak mendengar tuduhan gadis itu. “Dengar! Yang aku inginkan saat ini, impianku saat ini, adalah kembali memiliki hati kamu, menikahimu, dan menemanimu di sisa umurku yang sudah seperapat abad ini.” Angel tak tahan untuk tidak memutar bola matanya. “Basi! Ayo turun!” “Padahal ngaku aja lagi salting!” Rangga terkekeh geli sebelum akhirnya ikut turun dan menyusul Angel yang sudah duluan masuk halaman rumah itu. Mata Angel terus bergerak mengelilingi sekitar rumah tersebu

