Chapter 20

1789 Words

“Makasih sarapan juga ojeknya, hehehe. Sering-sering aja ajak aku makan gratis.” Seorang gadis remaja berseragam putih abu tersenyum pada seorang laki-laki yang sedang duduk di atas motor vixion-nya. Laki-laki itu mendengus geli, tangannya mengacak rambut si gadis dengan gemas. “Rajin-rajin belajarnya! Entar kalau nilai ujiannya bagus, aku janji bakalan traktir kamu lagi.” Dengan semangat gadis itu mengacungkan jempolnya. “Siapa takut.” “Ya sudah. Masuk, gih! Aku juga sudah hampir terlambat,” ucap laki-laki itu sambil melihat jam tangannya. Gadis itu mengangguk dan mengambil tangan laki-laki itu untuk diciumnya. “Hati-hati, Kak Juna! Daaah!” Setelah motor kakak angkatnya pergi, gadis itu akhirnya berbalik dan mulai berjalan masuk. Tak lupa dia menyapa satpam di gerbang sekolahnya deng

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD