Erik menepuk pundak Angel, membuat gadis itu sedikit terperanjat. “Kamu melamun? Apa kejadian barusan, begitu mengganggumu?” tanya Erik hati-hati. Angel tersenyum, tetapi di detik selanjutnya dia malah menunduk. Tak lama terdengar helaan napas dari mulutnya. “Mungkin saya terlalu terkejut dengan kejadian yang belum pernah saya alami selama ini. Oia, tadi, Sir ....” “Tolong, Wi, ah, maksudku Njel, jangan panggil aku sir! Aku tidak setua itu. Kita hanya beda usia dua tahun. Panggil nama saja. E—Rik!” “A—ah, iya. Erik, kenapa anda terus memanggil saya Dewi? Apa saya sebegitu mirip dengan perempuan itu? Dan satu lagi, apa anda tahu usia saya?” Erik terkekeh. “Tentu saja mirip, karena kalian orang yang sama. Usia kamu adalah ... 19 tahun.” Mata Angel melotot dan sontak membuat Erik

