Angel melotot, tetapi lagi-lagi dia hanya bisa mengembuskan napas dan tersenyum. “Terima kasih, Sir.” “Sebagai gantinya, kamu harus temani saya ke suatu acara.” Ajhevgvsjbshhueb! Angel tidak bisa berkata-kata saking geramnya. Tuuuh, ‘kan. Si Demon ini pasti ada maunya. Tahu gitu, dia ngotot aja tidak terima traktirannya. Tapi, kalau kekeh menolak, dia takut jika ancamannya benar-benar terjadi. Tahu sendiri ‘kan jika pria di depannya ini manusia yang kurang se-ons. Namun, yang lebih parah dan bikin Angel setengah mati kesal itu, kenapa dirinya tidak bisa menolak atau bahkan menentang pria ini? Kenapa seakan dirinya tidak bisa berkutik dan hanya bisa menurut saja? Angel menggerutu pelan, tetapi tetap mencoba untuk menampilkan senyumannya. “Tapi, Sir, badan saya lengket dan bau keringat

