Freya melihat terlebih dahulu dari layar intercom. Ada seorang lelaki dengan seragam security berdiri di depan pintu. Oh, benar, kan dugaan Freya. Makanya tadi ia tidak lupa menutup pintu. Freya memastikan tidak ada lagi air mata yang masih tersisa di wajahnya. Kemudian baru ia membuka pintu. Freya bersikap setenang mungkin. Tak mau terlihat gugup yang justru akan semakin menambah runyam keadaan. "Ada yang bisa saya bantu, Pak?" tanyanya pada sang security. "Saya tadi lihat dari layar cctv. Nona ...." belum selesai sang security bicara, Freya sudah menyela. "Ah ... Bapak pasti curiga karena melihat saya masuk sendiri ke kamar ini, ya. Nggak apa - apa, Pak. Saya dan pemilik apartemen ini dekat, kok. Makanya saya tahu password - nya." Freya langsung menjelaskan situasinya. Ia bahkan ter

