Takut jika yang ja bayangkan menjadi kenyataan. Ia takut bahwa Athar memang sedang tidak baik - baik saja. "Frey ... Athar ada di ruang 412 itu." Amara menunjuk ruang yang ia maksud. "Pintunya nggak ditutup, palingan Athar lagi santai. Dia suka kaget soalnya kalau denger suara pintu dibuka. Makanya dia buka aja gitu. Kamu masuk ke sana sendiri nggak apa - apa, kan? Soalnya dia pasti langsung marah sama aku kalau kamu Dateng. Jadi mendingan aku ke sana kalau udah jadwal periksa rutin aja. Nggak apa - apa, kan?" Freya menatap Amara, tersenyum, kemudian mengangguk. "Nggak apa - apa, Amara. Makasih ya udah bantu aku untuk ketemu Athar sejauh ini. Jujur sebelumnya aku udah bingung banget gimana caranya hubungi Athar. Karena dia nggak pernah kasih tanggapan. Aku seneng banget ketemu sama kamu

