Molly yang membaca laporan tersebut terbelalak. Kedua matanya membesar, dan tangannya gemetar memegang kertas itu. Napasnya tercekat, dan ia terdiam sejenak, mencoba mencerna kenyataan pahit yang baru saja ia temukan. “Dari mana kamu mendapatkan informasi ini?” tanya Molly dengan suara bergetar, matanya tak lepas dari Vincent. Vincent menarik napas dalam dan menatap Molly dengan sorot mata serius. “Aku meminta Rocky untuk menyelidikinya. Molly, selama ini kamu pasti tidak menyangka kenapa mereka tidak bersikap adil padamu. Mulai detik ini, kamu tak perlu peduli lagi pada mereka. Semua perbuatan mereka sudah melampaui batas,” ucapnya lirih namun tegas, sambil duduk bersandar di sofa. Molly menghela napas panjang, rasa kecewa dan getir bercampur di dadanya. Ia menatap Vincent dengan sorot

