Aindra menyerahkan kopian ijasah yang ia dapatkan. Handoko begitu bangga melihat kertas ber-legalisir itu. Ia tersenyum lebar, senyuman itu membuat Aindra haru. “Akhirnya, aku bisa membuat orang lain bangga akan semua yang kuperjuangkan,” gumamnya dalam hati. “Nilaimu tinggi juga ya,” ada kebanggaan di sana. Pria itu lalu menaruh berkas yang diberikan pemuda mantan pengawalnya itu dalam satu map. Foto-foto kedua mempelai juga ada di sana. Sailendra pamit. Pemuda itu pergi ke kantornya. Ia mengendarai motor agar lekas sampai dan terhindar dari macet. Hanya butuh sepuluh menit yang digunakan, lebih cepat sebelas menit di bandingkan ia menggunakan mobilnya. Pemuda itu berjalan menghampiri sekuriti yang berjaga di depan pintu gerbang perusahaan. “Makasih ya Mas Hamdan!” ujarnya lalu meng

