Sri baginda Hovert keluar dari ruang kerjanya. Pria itu mendengar jika ratunya mengandung. Dengan kehamilan Innaya maka kedudukan Raja Aindra akan semakin kuat. Kehamilan Innaya menjadi perhatian para dokter istana terlebih Innaya kehilangan banyak nutrisi akibat pekerjaannya yang menumpuk. “My Queen!” panggil sri baginda Hovert. “Yang Mulia!” sahut Innaya lemah. Kehamilan trimester pertama membuatnya sedikit kepayahan. Sri baginda Hovert juga melihat Brigitta di sana, istrinya memegangi tangan menantunya, seperti ingin meminta maaf pada sang menantu. “Permaisuri?” “Yang Mulia!” sahut Brigitta mencoba menyembunyikan rasa bersalahnya. “Ada apa dengan wajahmu?’ tanya Hovert tak suka. “Tidak ada, Yang Mulia,” jawab Brigitta. Hovert memilih diam dan kini mulai menanyakan keadaan ratun

